Peraturan dan Regulasi Hak Cipta

ETIKA DAN PROFESIONALISME TEKNIK SISTEM INFORMASI

Peraturan dan Regulasi Hak Cipta

Disusun Oleh :

Zulfa Nur    19113678

4KA07

UNIVERSITAS GUNADARMA

Sistem Informasi

2016/2017

 

A. Undang-undang No. 19 Tentang Hak Cipta

Hak Cipta di Indonesia diatur dan dilindungi dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta. Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Disebutkan juga bahwa ciptaan yang dilindungi adalah dalam lapangan ilmu pengetahuan, seni, atau sastra.

Pencipta atau Pemegang Hak Cipta atas karya sinematografi dan Program Komputer memiliki hak untuk memberikan izin atau melarang orang lain yang tanpa persetujuannya menyewakan Ciptaan tersebut untuk kepentingan yang bersifat komersial.

B. Ruang Lingkup Hak Cipta

Berdasarkan Pasal 12 ayat (1) Undang-Undang No.19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta, yang termasuk ruang lingkup perlindungan Hak Cipta, adalah mencakup hal-hal sebagai berikut: Buku, Program Komputer, pamflet, perwajahan (lay out), karya tulis yang diterbitkan, dan semua karya tulis lain;

  • Ceramah, kuliah, pidato, dan Ciptaan lain yang sejenis dengan itu.
  • Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan.
  • Lagu atau musik dengan atau tanpa teks.
  • Drama atau drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim.
  • Seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase, dan seni terapan.
  • Seni batik.
  • Terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, database, dan karya lain hasil pengalih wujudan.

 

C. Pembatasan Hak Cipta

Jika kita amati perincian yang dalam Undang-undang hak Cipta diatas, berdasarkan urutan 1 sampai 11 di atas, karya-karya cipta tersebut dapat dikelompokkan sebagai ciptaan asli. Sedangkan ciptaan pada butir 12 merupakan hasil pengolahan atau perubahan dari ciptaan asli. Namun hal tersebut juga masih dilindungi oleh Undang-Undang Hak Cipta.

Sebagaimana dijelaskan, hasil pengolahan dari ciptaan asli juga dilindungi sebagai Hak Cipta, karena hasil dari pengolahan tersebut juga merupakan suatu ciptaan yang baru dan memerlukan kemampuan intelektualitas untuk memperolehnya dan tidak semua orang bisa melakukan hal tersebut, misalnya menerjemahkan novel asing kedalam bahasa indonesia. Untuk menerjemahkan novel asing kedalam bahasa indonesia, tidak semua orang bisa melakukannya dan diperlukan kemampuan tersendiri, sehingga hak ciptanya juga di lindungi.

Namun ada pembatasan-pembatasan yang diberikan terhadap beberapa jenis ciptaan yang tidak dilindungi Hak Ciptanya, misalnya

  • Hasil rapat terbuka lembaga-lembaga Negara;
  • Peraturan perundang-undangan;
  • Pidato kenegaraan atau pidato pejabat Pemerintah;
  • Putusan pengadilan atau penetapan hakim; atau
  • Keputusan badan arbitrase atau keputusan badan-badan sejenis lainnya.

Untuk poin diatas, maka memperbanyak, mengumumkan, atau menyiarkan tidak membutuhkan izin dan tidak dianggap sebagai pelanggaran hak cipta.

 

D. Persyaratan Pendaftaran Hak Cipta

Untuk mendaftarkan hak cipta ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi. Persyaratan dibagi menjadi dua atas nama perusahaan dan atas nama perseorangan. Keduanya memiliki persyaratan yang berbeda, berikut ini adalah persyaratannya;

 

  1. Atas Nama Perusahaan
  • Surat Kuasa yang ditandatangani diatas materai “6.000”.
  • Surat Pengalihan Hak (dari pencipta kepada Pemegang Hak Cipta) ditandatangani diatas meterai “6000”). Surat Pernyataan (menyatakan ciptaan tersebut adalah asli).
  • NPWP Perusahaan.
  • Foto Copy KTP Pemohon dan Pencipta.
  • Akta Perusahaan.
  • Contoh Ciptaan.

 

  1. Atas Nama Perorangan
  • Surat Kuasa yang ditandatangani diatas materai “6.000”.
  • Surat pengalihan hak (apabila nama Pencipta berbeda dengan nama Pemegang Hak Cipta) ditandatangani diatas materai “6.000”).
  • Surat Pernyataan (menyatakan ciptaan tersebut adalah asli).
  • NPWP.
  • Foto Kopi KTP.
  • Contoh ciptaan.

 

E. Tata Cara Pendaftaran Hak Cipta

Cara mendaftarkan hak cipta di Indonesia saat ini semakin mudah. Permohonan pengajuan dapat dilakukan di tempat. Pertama dapat langsung ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, kedua melalui Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I di seluruh Indonesia dan yang ketiga melalui Kuasa Hukum Konsultan HKI terdaftar.

Prosedur permohonan pendaftaran hak cipta dilakukan sesuai dengan ketuntuan dari website resmi Ditjen Kekayaan Intelektual, berikut ini adalah alurnya:

Jadi jika Anda memiliki karya dan ingin di daftarkan semoga informasi di atas dapat memberi sedikit pengetahuan mengenai bagaimana mengurus pendaftaran hak cipta sebuah karya.

 

Sumber:

http://inovasi.lipi.go.id/id/hki/hak-cipta

http://www.ariyadin.com/2014/12/ruang-lingkup-hak-cipta.html

https://kreditgogo.com/artikel/Informasi-Umum/Ketentuan-Hak-Cipta-dan-Cara-Mengurusnya.html

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Religous. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s