Review Daebak Fan Cafe

1922492_10202237573494524_8399119297631844346_n

Daebak Fan Café merupakan restoran pertama yang menjual makanan-makanan korea di Depok, yang berlokasi di Jalan Margonda Raya. Mungkin sudah banyak restoran yang menjual makanan-makanan korea, tetapi karena lokasi nya paling dekat dari rumah saya jadi saya memilih untuk datang ke Daebak Fan Café. Selain lokasinya yang tidak terlalu jauh dan mudah ditemukan, kehalalannya sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi untuk pengunjung muslim.

Awal mula ingin mencicipi makanan korea karena saya terlalu sering menonton drama korea, melihat actor dan aktris yang sedang memakan masakan korea itu membuat saya penasaran bagaimana rasa dan bentuknya hehehe. Harga makanan yang diterdapat di Daebak Fan Café mulai dari harga 15 ribu rupiah hingga 40 ribu rupiah. Uniknya minuman di Daebak Fan Café itu namanya Fandom Punch yang merupakan minuman beraneka rasa sesuai dengan nama Fandom Boyband dan Girlband korea yang sedang popular.

Kunjungan pertama saya memesan ini..

 

10301936_10202237619975686_88430415762467359_n

 

Yaitu, ada dua fandom punch (Dazzling Aqua dan Ellectric Affection), Teppokki (kue beras dengan saus pedas manis khas Korea disajikan bersama potongan odeng dan telur), Jajangmyoen (mie dengan bumbu pasta kedelai hitam Korea, daging, kentang, dengan garnis timun segar, lobak)  dan Bulgogi (potongan daging tenderloin lembut dengan bumbu khas Korea).

Kunjungan kedua saya memesan ini..

1525661_10202237566894359_1379539420765993095_n 10300219_10202237569174416_352876340273074651_n

 

Yaitu, dua fandom punch (dan), Odeng (kue ikan yang disajikan dengan kuah kaldu), Kimchi Jeon (snack pancake kimchi pedas dengan potongan sayuran segar, disajikan dengan cocolan soyu), Kimbab (nasi, telur, dan sayuran digulung dalam lembaran rumput laut gurih dengan cocolan soyu), Ramyeon (mie pedas khas Korea dengan potongan kue beras dan kue ikan, disajikan di atas panic kecil khas Korea) dan Yukgaejang (sup pedas berisi daging sapi, jamur, dan mie dangmyeon khas Korea dimasak bersama kuah kaldu sapi).

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Religous. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s