Pesona Kawah Putih terhadap Manusia

A. KEINDAHAN

Keindahan bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu, tempat, selera mode, kedaerahan atau local. Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Suatu hal yang mempunyai sifat indah adalah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, suara, warna dan sebagainya. Dengan begitu keindahan menurut saya dapat di artikan suatu barang, seseorang bahkan pemandangan alam yang apabila seseorang melihatnya memiliki rasa ingin terus dilihatnya tidak ada rasa bosan dan menyenangkan.

 

a. APAKAH KEINDAHAN ITU?

Kita bisa menyatakan suatu hal itu indah atau tidak bila ada wujudnya, karena kita tidak bisa menghayal sesuatu yang indah itu, karena belum tentu semua orang berpendapat bahwa sesuatu itu benar-benar indah. Plato menyatakan tentang watak yang indah dan hokum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagi sesutau yang baik dan menyenangkan. Bahkan bangsa Yunani mengenal pengertian keindahan dalam arti estetis, jadi keindahan yang seluas-luasnya meliputi :

  • Keindahan Seni
  • Keindahan Alam
  • Keindahan Moral
  • Keindahan Intelektual

Dari pendapat beberapa orang dahulu tersebut dapat diambil kesimpulan, bahwa keindahan tersusun dari berbagi keselarasan dan kebaikan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata. Ada pula yang kesimpulan yang menyatakan, bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengamat.

 Dalam postingan ini saya akan mengaitkan keindahan ini dengan salah satu tempat wisata yang terdapat di Bandung, Jawa Barat yaitu Kawah Putih.

Secara geologis, Kawah Putih terbentuk dari aktifitas letusan Gunung Patuha yang terjadi di abad ke-XII. Nama Patuha sendiri berasal dari nama awal gunung ini, Gunung Sepuh (Bahasa Sunda untuk ‘tua’). Pertama kali terungkap pada tahun 1837 oleh seorang ilmuwan asal Belanda yang bernama Dr. Franz Wilhelm Junghun, danau di ketinggian 2194 m dpl dengan suhu sekitar 15-22 derajat Celcius ini sangat memesona. Karena keunikannya itu, Kawah Putih menjadi objek wisata bagi wisatawan nusantara dan mancanegara, serta latar belakang favorit bagi para fotografer dan sineas film.

Di ketinggian Gunung Patuha, tersembunyi keindahan bekas kawah tua yang unik. Bau belerang akan menyambut Anda begitu tiba di tebing kawah, menjadi sajian yang tidak terpisahan ketika mengagumi kawah berwarna hijau muda yang dikelilingi oleh pasir putih serta riak air dalam kawah yang bertabur asap tipis serta sesekali letupan lumpur hidup, menjadikannya sebuah atraksi alam yang tiada duanya. Sebagai tambahan, warna air Kawah Putih selalu berubah-ubah bila terkena sinar matahari.

 

b. NILAI ESTETIK

Nilai estetik adalah penilaian kita terhadap suatu hal yang indah ciptaan Tuhan. Dalam nilai estetik terdapat perbedaan dalam nilai subyektif dan obyektif, tetapi penggolongan yang penting adalah nilai ekstrinsik dan nilai instrinsik. Nilai ekstrinsik adalah sifat dari suatu hal keindahan sebagai sarana sedangkan nilai instrinsik adalah sifat baik dari suatu hal keindahan sebagai suatu tujuan.

Sebagi contoh saya akan mengambil nilai estetik dari tempat wisata Kawah Putih yang terdapat di Bandung, Jawa Barat. Kawah Putih merupakan tempat yang sangat cocok untuk melepaskan penat dalam rutinitas keseharian. Tempat yang indah dan sejuk membuat pengunjungnya betah berlama-lama menikmata pemandangan disana.

 

c. KONTEMPLASI DAN EKSTANSI

Kontemplasi adalah dasar diri manusia atau kemampuan manusia dalam menciptakan sesuatu hal yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kontemplasi dan ekstansi dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi adalah factor pendorong dalam menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi merupakan factor pendorong untuk merasakan dan menikmati keindahan.

Menurut saya, manusia lebih berada pada nilai ekstansi, karena tempat wisata yang saya ceritakan di atas merupakan hasil ciptaan Tuhan yang sempurna, mungkin ada seseorang  yang menemukan tempat itu, tetapi tidak untuk membuat. Mungkin manusia lebih bisa menjaga tempat wisata tersebut agar terus dapat dinikmati oleh manusia yang lain yang ingin melihat dan merasakan keindahan alam di tempat wisata tersebut.

d. APA SEBAB MANUSIA MENCIPTAKAN KEINDAHAN?

Menurut saya keindahan suatu hal itu adalah ciptaan Tuhan dan tugas manusia yang menjaga suatu ciptaan Tuhan yang indah tersebut.

1. Keagungan Tuhan

Keindahan alam merupakan keindahan yang mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru keindahan ciptaan Tuhan tersebut, yang pasti keindahan yang diciptakan manusia tidak akan pernah sanggup menyamai keindahan Tuhan itu sendiri.

e. KEINDAHAN MENURUT PANDANGAN ROMANTIK

Dalam buku AN Essay on Man (1954), Erns Cassier mengatakan bahwa arti keindahan tak bisa pernah selesai diperdebatkan. Sedangkan menurut Endymion, dia mengatakan bahwa sesuatu yang indah adalah keriangan selama-lamanya, kemolekannya bertambah dan tidak pernah berlalu ketiadaan. Dapat disimpulkan bahwa keindahan hanyalah sebuah konsep yang baru berkomunikasi, tidak berbicara langsung mengenai keindahan, akan tetapi sesuatu yang indah.

 

B. RENUNGAN

Renungan menurut pendapat saya disini adalah, manusia yang merenungi hasil karya ciptaan Tuhan yang sangat sempurna. Merenung untuk bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk melihat dan merasakan ciptaan Tuhan yang indah tersebut.

 

C. KESERASIAN

Keserasian yang terdapat pada wisata alam Kawah Putih adalah warna hijau Gunung Patuha yang terukir jelas disekelilingnya. Permukaan tanah juga tidak rata sehingga menyerupai gundukan-gundukan tanah. Air danau kawah putih yang bisa berubah menjadi hijau kebiruan dan dapat berganti warna lain bila terpantul matahari dan terdapat kabut tipis yang seakan-akan berlari diatas air tersebut. Dan terdapat pasir putih yang menambah keindahan yang menakjubkan. Pohon-pohon yang sebagian besar hanya tinggal batangnya dan sudah kering turut menciptakan suasana yang berbeda. Di sini juga terdapat batu-batu besar yang indah.

Sumber:

Buku Ilmu Budaya Dasar Bab 5

http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=37&lang=

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Knowledge, Religous, Social. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s